Showing posts with label Islamic. Show all posts
Showing posts with label Islamic. Show all posts

Wednesday, December 5, 2012

Al-Qur'an dan sang Jendral


Bismillah....

Suatu sore, ditahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ serasa hening mencengkam. Jendral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan.

Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah-rendah ketika 'algojo penjara' itu berlalu di hadapan mereka. Karena alau tidak, sepatu 'jenggel' milik tuan Roberto yang fanatik Kristen itu akan mendarat di wajah mereka.

Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara-suara yang amat ia benci.

"Hai...hentikan suara jelekmu! Hentikan...! " Teriak Roberto sekeras-kerasnya sembari membelalakan mata. Namun, apa yang terjadi? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan khusyu'nya. Roberto bertambah berang.


Monday, January 30, 2012

Malaikat

"(Ingatlah), ketika malaikat berkata, 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya al-Masih Isa putra Maryam,seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk diantara orang-orang yang saleh."(Ali-Imran:45-46)
Pada saat itu, malaikat Jibril a.s. mengubah bentuknya menjadi manusia yang sangat sempurna, karenanya (Maryam) tidak dapat melihat Jibril a.s. dalam bentuk aslinya. Allah berfirman, "Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalamAl-Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur. Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka.Lalu Kami utus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna." (Maryam: 16-17) Ketika Maryam melihat seorang pemuda yang sangat tampan (penjelmaan malaikat Jibril a.s.) di hadapannya, menembus tabir yang dibuatnya, ia mengira bahwa pemuda tampan itu ingin berbuat jahat kepadanya. Sementara, dia adalah seorang wanita bersih dan suci yang ditumbuhkan Allah SWT dengan pertumbuhan yang baik. Maka ia segera berlindung kepada Allah SWT, "Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa." "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci," ujar Jibril a.s. "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina?," jawab Maryam tegas."Demikianlah Tuhanmu berfirman, 'Hal itu adalah mudah bagi-Ku dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami.Dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan,' jawab Jibril a.s. menjelaskan (Maryam: 18-21) Kadang-kadang para malaikat mengubah bentuk sebagai orang biasa dan menemui sebagian manusia, guna memberikan kabar yang menggembirakannya dan melapangkan dadanya atas perbuatan dan tingkah lakunya yang baik serta karakteristiknya yang mulia.



Kisah Qarun

Qarun adalah kaum Nabi Musa, berkebangsaan Israel, dan bukan berasal dari suku Qibthi (Gypsy, bangsa Mesir). Allah mengutus Musa kepadanya seperti diutusnya Musa kepada Fir'aun dan Haman. Allah telah mengaruniai Qarun harta yang sangat banyak dan perbendaharaan yang melimpah ruah yang banyak memenuhi lemari simpanan. Perbendaharaan harta dan lemari-lemari ini sangat berat untuk diangkat karena beratnya isi kekayaan Qarun. Walaupun diangkat oleh beberapa orang lelaki kuat dan kekar pun, mereka masih kewalahan.
Qarun mempergunakan harta ini dalam kesesatan, kezaliman dan permusuhan serta membuatnya sombong. Hal ini merupakan musibah dan bencana bagi kaum kafir dan lemah di kalangan Bani Israil.Dalam memandang Qarun dan harta kekayaannya, Bani Israil terbagi atas dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok orang yang beriman kepada Allah dan lebih mengutmakan apa yang ada di sisi-Nya. Karena itu mereka tidak terpedaya oleh harta Qarun dan tidak berangan-angan ingin memilikinya. Bahkan mereka memprotes kesombongan, kesesatan dan kerusakannya serta berharap agar ia menafkahkan hartanya di jalan Allah dan memberikan kontribusi kepada hamba-hamba Allah yang lain.Adapun kelompok kedua adalah yang terpukau dan tertipu oleh harta Qarun karena mereka telah kehilangan tolok ukur nilai,
landasan dan fondasi yang dapat digunakan untuk menilai Qarun dan hartanya.
Mereka menganggap bahwa kekayaan Qarun merupakan bukti keridhaan dan kecintaan Allah kepadanya. Maka mereka berangan-angan ingin bernasib seperti itu. Qarun mabuk dan terlena oleh melimpahnya harta dan kekayaan. Semua itu membuatnya buta dari kebenaran dan tuli dari nasihat-nasihat orang mukmin.
Ketika mereka meminta Qarun untuk bersyukur kepada Allah atas segala nikmat harta kekayaan dan memintanya untuk memanfaatkan hartanya dalam hal yang bermanfaat,kabaikan dan hal yang halal karena semua itu adalah harta Allah, ia justru menolak seraya mengatakan "Sesungguhnya aku hanya
diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku" Suatu hari, keluarlah ia kepada kaumnya dengan kemegahan dan rasa bangga, sombong dan congkaknya. Maka hancurlah hati orang fakir dan silaulah penglihatan mereka seraya berkata, "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar."Akan tetapi orang-orang mukmin yang dianugerahi ilmu menasihati orang-orang yang tertipu seraya berkata, "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh…."


Monday, December 12, 2011

Sombong dan dermawan



Para Sufi, tidak seperti ahli mistik lain atau yang dianggap sebagai pemilik pengetahuan khusus, dikeenal sebagai orang yang sombong.Kesombongan ini, Kata mereka sendiri, semata-mata akibat salah pengertian orang terhadap perilaku mereka. Kata mereka, orang yang bisa menyulut api tanpa menggesekkan dua batang kayu dan menceritakannya akan tampak sombong dimata orang lain yang tak mampu melakukannya. Mereka juga terkenal amat-sangat dermawan. Kedermawanan mereka itu, kata orang, berlaku untuk hal-hal yang sangat penting. Keterbukaan tangan mereka dalam hal materi hanyalah cerminan dari kedermawanan mereka dalam kearifan.Orang yang ingin mempelajari jalan sufi sering mengamalkan kedermawanan dengan barang-barang, dalam usaha untuk mencapai bentuk kedermawanan yang lebih besar.Seperti apapun itu, ada sebuah kisah menarik yang diceritakan tentang tiga orang dermawan di Arabia.


Sunday, October 9, 2011

Cerita Tentang 10 Muharrarram


Assalamu'alaikum wr.wb.

Pada suatu hari,waktu itu tanggal 10 Muharram ,ada seorang fakir yang memiliki anak yang banyak. pada saat itu dia dan Anak-anaknya sudah tidak makan selama tiga hari. lalu ia mendatangi seorang Gubernur.pada zaman itu zaman kekhalifahan Mu'awiyah bin abi Sufyan. Pada zaman itu ada kebijakan bahwa orang fakir miskin,Janda dan anak yatim adalah tanggungan atau tanggung jawab pemerintah.
Seorang yang fakir Alawi (keturunan Sayyidina Ali Kmw) itu tidak perrnah meminta-minta ,namun karena terpaksa dan karena dia dan keluarganya belum makan selama 3 hari, maka dia datang pagi-pagi pada gubernur dan bermaksud meminta sedekah. dia berkata,"Saya adalah seorang laki-laki yang fakir keluarga saya banyak, saya ingin minta belas kasihan anda berhubung ini tanggal 10 Muharram, saya tidak minta banyak. saya hanya minta 10 potong roti,10 potong daging dan uang 2 dirham".lalu gubernur menjawab,"Ya, baiklah.tapi nanti setelah dzuhur saja kamu kemari lagi".lalu pulanglah seorang fakir tersebut kerumahnya yang terletak di desa jaraknya jauh dan melewati padang pasir.


Thursday, September 22, 2011

Kisah Nasruddin penuh hikmah

Assalamu'alaikum wr.wb

بسم الله الرحمن الرحيم
Kali ini saya akan menceritakan tentang sebuah cerita seorang yang bijak yang bernama Mulla Nasruddin.sufi yang mengajarkan kebenaran melalui kisah dan lelucon,ia menyuruh kita menertawakan diri dengan cerita-cerita lucunya.
Alkisah, para filsuf, ahli ilmu mantiq, dan ahli hukum berkumpul di istana. Mereka bergabung untuk menginterogasi Nasruddin. Perkara Nasruddin telah dianggap sebagai sebuah kasus yang sangat serius. Persoalannya adalah Nasruddin sering datang keberbagai tempat dengan meneriakkan satu khutbah yang sama . Dalam khutbahnya itu, ia menyebut orang-orang berilmu, seperti para filsuf, sebagai mereka yang bodoh, kebingungan, dan tak bisa mengambil keputusan. Tentu aja, ceramah Nasruddin ini dianggab subversif dan mengganggu ketertiban negara.


Friday, September 16, 2011